Sahabat, sudah hampir dua bulan Langit tidak mendengar suara ibu, ibu yang melahirkan Langit ke Daratan ini. Langit berharap sekali angin bisa membawa pesan Langit hingga ke ujung pintu rumah ibu. Selain rindu, Langit juga ingin memohon maaf atas kebodohan Langit selama terlahir di Daratan ini.
Hampir setiap malam Langit terjaga hanya karena terbayang wajah ibu! Wajah ibu Langit sahabat. Langit sudah banyak menyusahkan Ibu! Hingga Daratan ini menjadi hitam oleh airmatanya. Harus bagaimana sekarang? Tak ada keberanian di dalam diri.
Perjalanan ini sungguh melelahkan. Langit seperti tak sanggup berdiri dan berjalan ke arah yang berbeda. Langit hanya berjalan lurus tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi. Langit berdoa kepada Tuhan, semoga masih memberikan umur yang panjang untuk Langit dan keluarga Langit disana.
Masih terlalu banyak kepulan awan yang menerjang jalan Langit menuju harapan. Langit tak ingin menyerah sekarang, Langit harus bisa melakukan yang terbaik demi mereka yang Langit cinta.
Jika hingga akhirnya Langit tak lagi bisa menemukan jalan pulang, semoga suatu hari nanti keluarga Langit bisa menemukan tetesan demi tetesan airmata Langit yang jatuh di setiap goresan awan yang Langit rangkai disini.
>
