468x60 Ads

Para Sahabat Langit yang setia
yuuk ikuti perkembangan Blog Langit lewat email!
 

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >
Showing posts with label historical. Show all posts
Showing posts with label historical. Show all posts

Setiap Terjaga di Malam Hari

7 komentar


Sahabat, sudah hampir dua bulan Langit tidak mendengar suara ibu, ibu yang melahirkan Langit ke Daratan ini. Langit berharap sekali angin bisa membawa pesan Langit hingga ke ujung pintu rumah ibu. Selain rindu, Langit juga ingin memohon maaf atas kebodohan Langit selama terlahir di Daratan ini.

Hampir setiap malam Langit terjaga hanya karena terbayang wajah ibu! Wajah ibu Langit sahabat. Langit sudah banyak menyusahkan Ibu! Hingga Daratan ini menjadi hitam oleh airmatanya. Harus bagaimana sekarang? Tak ada keberanian di dalam diri.

Perjalanan ini sungguh melelahkan. Langit seperti tak sanggup berdiri dan berjalan ke arah yang berbeda. Langit hanya berjalan lurus tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi. Langit berdoa kepada Tuhan, semoga masih memberikan umur yang panjang untuk Langit dan keluarga Langit disana.

Masih terlalu banyak kepulan awan yang menerjang jalan Langit menuju harapan. Langit tak ingin menyerah sekarang, Langit harus bisa melakukan yang terbaik demi mereka yang Langit cinta.

Jika hingga akhirnya Langit tak lagi bisa menemukan jalan pulang, semoga suatu hari nanti keluarga Langit bisa menemukan tetesan demi tetesan airmata Langit yang jatuh di setiap goresan awan yang Langit rangkai disini.

Sejarah Lahirnya Filsafat

1 komentar

Sejarah awal lahirnya filsafat berkembang melalui kebudayaan dan peradaban Yunani kuno, lalu abad pertengahan, modern sampai abad kontemporer.

Bertrand Russell (1946), dalam bukunya History of Western Philosophy, menjelaskan bahwa munculnya filsafat di Yunani tersebut akibat kemahiran bangsa Yunani dalam merajut dan menyempurnakan peradaban besar lainnya pada saat itu seperti Mesir dan Mesopotamia. Tesis Russell juga sejalan dengan pandangan Van Peursen ketika membagi latar masalah kebudayaan manusia yang memiliki tiga ciri perkembangan khas, yaitu mitis, ontologis dan fungsional.

Sekitar abad ke-7 SM, di Yunani mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan disbanding masa-masa sebelumnya, yaitu pendekatan filsafat. Sejak saat itulah orang mulai mencari jawaban rasional tentang berbagai problem yang dihadapai, termasuk beragam masalah mengenai alam semesta. Sejak saat itu juga peran mitos, legenda, kepercayaan, dan agama telah tergantikan oleh fungsi logos (akal budi, rasio) dan berkembang sebagai sebuah khazanah ilmu pengetahuan.

Siapa saja filosof Yunani yang paling berjasa dalam melahirkan dan mengembangkan pemikiran filsafat periode awal? Banyak ahli filsafat memberi kesimpulan bahwa filosof Yunani pertama yang berhak diberi gelar tersebut ialah Thales. Meskipun sebetulnya para filosof yang terbesar lainnya masih banyak seperti Socrates, Plato dan Aristoteles, namun Thales-lah filosof yang pertama kali melahirkan gagasan-gagasan kritis mengenai semua kehidupan ini yang, katanya, berawal dari Air. Lalu, tesis tersebut mengundang perdebatan hingga saat ini dan melahirkan banyak aliran pemikir, ilmuan, dan pemikir besar dunia.

Peristiwa munculnya filsafat di Yunani terbilang sebagai peristiwa unik dan ajaib (The Greek Miracle). Hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor yang mendahului dan seakan-akan mempersiapkan lahirnya filsafat di Yunani kuno. Dalam hal ini, K. Bertens (1990) menyebutkan ada tiga faktor, yaitu:

1. Mitos bangsa Yunani. Layaknya bangsa-bangsa besar lainnya, Yunani juga memiliki banyak mitologi. Mitologi tersebut dapat dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat.
2. kesusastraan Yunani. Dua karya puisi Homeros yang berjudul Iliyas dan Odyssea mempunyai kedudukan istimewa dalam kesusastraan Yunani. Syair-syair dalam karya tersebut sudah lama digunakan sebagai semacam buku pendidikan untuk rakyat di Yunani.
3. Pengaruh ilmu pengetahuan. Pengaruh ilmu pengetahuan dari bangsa lain dalam menerima beberapa unsur ilmu pengetahuan juga merupukan faktor lainnya. Seperti ilmu ukur dan ilmu hitung sebagaian besar dari Mesir. Pengaruh Babilonia dalam perkembangan ilmu astronomi di negeri Yunani. Pada bangsa Yunanilah didapatkan ilmu pengetahuan yang bercorak dan sungguh-sungguh ilmiah.

Dalam banyak literatur filsafat mutakhir, klasifikasi tahap sejarah filsafat Barat dibagi menjadi empat tahap penting, yaitu Filsafat Klasik, Abad Pertengahan, Modern, dan Kontemporer.

Di era filsafat klasik ini, khazanah pemikiran filsafat dibagi menjadi dua zaman, yakni: pra-Socrates dan zaman keemasan.

ONTOLOGI

1 komentar

Ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri).

Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:

1. kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?
2. Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.

Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.

Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni realisme, naturalisme, empirisme

Istilah istilah terpenting yang terkait dengan ontologi adalah:

* yang-ada (being)
* kenyataan/realitas (reality)
* eksistensi (existence)
* esensi (essence)
* substansi (substance)
* perubahan (change)
* tunggal (one)
* jamak (many)

Ontologi ini pantas dipelajari bagi orang yang ingin memahami secara menyeluruh tentang dunia ini dan berguna bagi studi ilmu-ilmu empiris (misalnya antropologi, sosiologi, ilmu kedokteran, ilmu budaya, fisika, ilmu teknik dan sebagainya).

Baca selengkapnya di Wiki